08 Februari 2015

Not So Bad To Call Me

BY Nunung Indrianto IN , , , 2 comments

It's not so bad to call your friend and just say hello...

Di tengah-tengah rutinitas sehari-hari, orang sudah terbiasa dengan chatting lewat gadget atau smartphone. Sekarang sudah umum, silaturahim online sudah cukup merekatkan hubungan antar manusia ya. Lebih cepat dan efisien dalam artian waktu dan energi. Iya kan, kita bisa menyapa dan ketawa ketiwi dengan saudara atau teman dari lokasi mana saja dan kapan saja.

Namun taukah kita bahwa suara itu sebenarnya memberikan efek lebih dalam kepada psikologis seseorang. Ketika seseorang sama-sama menerima pesan tulisan (membaca) dan pesan suara (mendengar), maka yang lebih berkesan mendalam adalah pesan suara. Saya nggak mau berteori psikologi atau komunikasi ya, cuman pengalaman saja. Pernah suatu ketika ada workshop tentang komunikasi, kebetulan pematerinya adalah seorang penyiar radio senior di Surabaya. Intinya memang pesan lewat suara terutama radio lebih memberikan efek psikologis dibanding pesan teks. Itu mungkin karena ada teknik khusus yang perlu diterapkan dalam komunikasi siaran radio. Namun memang begitulah. Lebih banyak yang akan tersampaikan dengan pesan suara.

Saya saja, ketika berkomunikasi dengan keluarga, saya lebih senang menggunakan pesan suara di Social Media, di banding dengan text messsage biasa (kebetulan saat ini saya harus bekerja meninggalkan keluarga critanya). Saya bisa mendengarkan suara anak, kalau dia pilek, batuk kedengaran kan. Dan saya jadi kangen deh....:(

Jadi meskipun kemudahan teknologi saat ini memudahkan komunikasi dan informasi antara manusia, namun janganlah lupa, bahwa ada aspek yang tidak bisa ditinggalkan, yaitu silaturahmi. Tegur sapalah teman anda, tetangga sekitar anda, dan kepada siapa saja. Hidup anda akan lebih berarti!

20 Januari 2015

Salah Kaprah Soal Menunggu

BY Nunung Indrianto IN , , , , 2 comments

Menunggu biasanya dianalogikan dengan hal yang membosankan. Tentu saja membosankan jika hanya diam dan doing nothing. Menurut saya, menunggu itu bukan begitu. Karena kalau diam dan doing nothing, itu namanya bukan menunggu. Ya gak ada kerjaan saja. Meskipun sebenarnya ada kerjaan juga : doing nothing itu, mengerjakan nothing. Hah!

Maksud saya, jika Anda menunggu, jangan diam aja. Lakukan something nice, apalah yang bisa dilakukan. Misalkan saat menunggu teman ketemuan di halte (edisi hemat, di kafe kan butuh modal hihi)... Kita bisa menunggu sambil nguping aktivitas orang-orang di sebelah. Atau kalau pas nunggu dosen di kampus, kita bisa dong nggak diam, ngobrol ama karyawan tata usaha atau ngusilin tukang jual gorengan dan lain-lain. Hehe...intinya, doing something nice saja, itu lah yang dinamakan MENUNGGU.

Untuk membosankan, sebenarnya gak harus menunggu kan. Apa saja jika tidak melakukan apa-apa tentu menyebalkan dan membosankan, serta itu hal yang merugikan kita sendiri. Bukan karena teman atau acara yang kita nantikan belum muncul atau belum mulai, yang bikin semuanya membosankan atau membuat waktu kita terbuang percuma. Please ya, yang membuat waktu kita terbuang percuma, tentu kita sendiri. Kita yang mendramatisir keadaan kita sendiri. Menunggu tanpa melakukan apa pun, adalah kesalahan kita. Kita bersalah karena tidak melakukan apa-apa. Kita ini sudah terbiasa menyalahkan pihak lain padahal kita sendiri yang nggak nyadar menjerumuskan kita sendiri loh!

Jadi mulai sekarang, cobalah untuk mengubah pandangan Menunggu itu Membosankan, menjadi Menunggu Harus Mengasyikkan! ;)

Image : http://pistonbroke.deviantart.com/



13 Januari 2015

Hukum Kekekalan Blogger

BY Nunung Indrianto IN , , No comments

Hmm. mungkin dua tahun lebih blog ini hampa, vakum tanpa sentuhan. Namun kerinduan ngeblog sudah di ubun-ubun. Sudah banyak cerita dan kisah dalam blog pribadi ini. Ibarat adonan kue, blog ini sudah dibolak-balik, banting sana banting sini hingga entah bisa dikatakan adonan lagi atau bukan. Mungkin pula sudah mengeras, membatu dan ada kecenderungan gejala memfosil. :)
Seperti kata Einstein dalam Hukum Kekekalan Energi, mungkin blog ini sudah tidak punya atribut SEO, SEM atau apalah dalam Blogsphere, namun 'ruh' blogger tentu masih hidup, abadi (lebay kan). Haha. Eh bener loh, dalam dunia spiritualitas pun begitu. Hanya raga yang mati, namun jiwa/ruh/spirit akan selalu abadi. Sayang Einstein tidak ketemu saya, pasti saya ajak diskusi soal ini. Hihihi....

Saya ingat sekali blog ini pernah menghasilkan uang baik rupiah maupun dolar dan tentu saya ingat juga bagaimana harus melek malam, begadang hanya untuk meraih PR (pagerank) 3 atau 4, karena saya tidak pernah berhasil membuat PR blog jadi 4 ke atas. Ah sudahlah, masa lalu terlalu indah untuk diceritakan. Jadi, sebenarnya saya cuman menyapa batin saya sendiri.....
Nindrianto-blog, apakabar...?

It's Me !